Belakangan gue lagi super lucky banget. Bisa dapet banyak temen baru, pengalaman baru dan spirit baru.
Apa ajasih?
Part pertama ini aku bakal cerita soal:
Di ISI Solo (Beberapa univ. juga ada) namanya beasiswa Darmasiswa. Beasiswa ini untuk warga di luar Indonesia buat belajar kebudayaan dan ilmu-ilmu yang ada sesuai Universitas pilihan mereka selama setahun kedepan. Nah, tahun ini 18 orang belajar kesenian di ISI Solo. Terus, gimana bisa Saprila bisa jadi buddy dan ikut nge-koordinasi?
Alurnya gini:
Tim dari Buddy yang masih aktif juga solid banget kok, sering banget becandaan di grup whatsapp, langsung ada yang backing kalo salah satu lagi nggak bisa bantu darmasiswa, padahal sebagian dari kita baru ketemu beberapa minggu, sebelumnya cuma sekedar tau aja, eh sekarang udah saling lempar-lempar guyonan kaya udah kenal bertahun-tahun :)
Waktu berselang, sekarang mereka bisa ketemu temen-temen baru dari jurusan lain, mereka suka main kesana-sini tanpa dampingan, mereka juga pada sibuk sama latihan-latihan dan tugas-tugas mereka. Mereka sekarang juga udah punya motor, jadi kalau mau kemana-mana nggak perlu nunggu buddy buat anter-jemput, tapi kita kalo ketemu tetep asik-asikan kok, walau kita nggak terlalu intens ketemu tapi nggak bikin kita asing satu sama lain. Kedepan, kita juga ada planning buat main ke Jogja bareng, bikin video asik-asikan.
Ada dari darmasiswa yang bilang kalau kita terlalu baik :) tapi kita emang niatnya bantu, tulus, kita juga seneng dengan ketemu mereka kita belajar banyak bahasa baru dari negara mereka, belajar slang words, belajar budaya dan dapet informasi-informasi baru yang belum pernah kita tahu soal negara asal mereka.
Bener-bener bersyukur banget bisa kenal mereka terimakasih semua yang telah terlibat, terimakasih sudah mau bantu dan mengorbankan waktu sama kuliahnya (yang sekarang-sekarang ini lagi pada keteteran tugasnya).
Terimakasih Tuhan :D
Apa ajasih?
Part pertama ini aku bakal cerita soal:
Jadi Buddy Darmasiswa ISI Solo.
Di ISI Solo (Beberapa univ. juga ada) namanya beasiswa Darmasiswa. Beasiswa ini untuk warga di luar Indonesia buat belajar kebudayaan dan ilmu-ilmu yang ada sesuai Universitas pilihan mereka selama setahun kedepan. Nah, tahun ini 18 orang belajar kesenian di ISI Solo. Terus, gimana bisa Saprila bisa jadi buddy dan ikut nge-koordinasi?
Alurnya gini:
Aku kan anggota Devisi Riset di UKM EDC (English Debatting Club), terus kepikiran buat bikin terobosan baru buat EDC, yaitu macem bikin partner buat anak Darmasiswa. Karena belakangan aku denger Darmasiswa ini suka bingung mau ini-itu, terus aku mulai riset ke salah satu Darmasiswa 2014 namanya Ingrid dari Filipina. Dia cerita banyak soal kendala-kendala dia selama belajar di ISI Solo (Aku mulai riset waktu dia udah hampir habis masa studi). Nah, habis aku riset, ternyata dapet kabar dari Reno (Ketua EDC) kalau senior EDC ada planning yang sama, namanya mas Lukman dia anak student exchange Thammasat University Thailand (ah, bodo ini nulisnya bener engga) yang baru pulang Tahun 2014 (eh apa 2015 awal ya). Terus kita sempat ketemu pas EDC selanjutnya diseriusin planningnya buat Darmasiswa Buddy, yang diadaptasi dari Buddy program dia waktu sekolah di Thailand.
Cerita berlanjut, kami buka pendaftaran buat yang mau ikut Buddy Program yang pertama ini. Bedanya sama buddy-buddy yang ada di kampus lain atau buddy yang sebelumnya yaitu; kalau buddy di kampus lain dinaungi lembaga, dan yang ngelaksanain lembaga, jadi mereka macem laporan kalau ada apa-apa atau butuh apa. Kalau buddy yang sebelumnya (eh nggak bisa dibilang buddy juga sih yang ini maupun kampus lain itu) di ISI Solo tahun 2014 masih disistem buddy diambil dari dosen/Pembimbing akademik (cmiiw). Kelemahannya, mereka kalau mau nanya-nanya diluar jam kampus atau diluar keperluan kampus sungkan dan susah ngehubunginya.
Nah! Buddy yang kali ini lebih informal dan asik-asikan. Awal dibuka lumayan bayak yang minat dan terpaksa kita harus eliminasi beberapa karena quota cuma 18 (1 darmasiswa, 1 buddy), dan berikutnya Darmasiswa Buddy ini didukung penuh sama Kantor Urusan Internasional (KUI) :)
Tanggal 30 Agustus, kita ketemu mereka pertama kalinya, walaupun nggak semua buddy bisa dateng, tapi waktu itu lumayan nervous juga buat ketemu mereka. Karena itu pengalaman pertama ketemu orang asing dan mengharuskan buat ngomong inggris terus buat jelasin ini-itu. Berhubung sebelumnya aku nggak begitu intens ngomong bahasa inggris, aku awalnya agak kikuk dan sungkan gitu sama mereka. Eh ternyata mereka welcome banget kok, mereka asik-asik aja, malah mereka berusaha banget buat belajar bahasa.
Nah! Buddy yang kali ini lebih informal dan asik-asikan. Awal dibuka lumayan bayak yang minat dan terpaksa kita harus eliminasi beberapa karena quota cuma 18 (1 darmasiswa, 1 buddy), dan berikutnya Darmasiswa Buddy ini didukung penuh sama Kantor Urusan Internasional (KUI) :)
Tanggal 30 Agustus, kita ketemu mereka pertama kalinya, walaupun nggak semua buddy bisa dateng, tapi waktu itu lumayan nervous juga buat ketemu mereka. Karena itu pengalaman pertama ketemu orang asing dan mengharuskan buat ngomong inggris terus buat jelasin ini-itu. Berhubung sebelumnya aku nggak begitu intens ngomong bahasa inggris, aku awalnya agak kikuk dan sungkan gitu sama mereka. Eh ternyata mereka welcome banget kok, mereka asik-asik aja, malah mereka berusaha banget buat belajar bahasa.
Btw, aku dapet orang ukraina, namanya olena. Anaknya pendiem banget
Minggu pertama mereka di Indonesia buat ngurusin tempat kos selama setahun, KRS (Kartu Rancangan Studi), keperluan kuliah, keperluan rumah, dll. Minggu awal mereka di sini juga lagi banyak-banyaknya event kota Solo, jadi kita nganter mereka ke berbagai acara itu, They're totally crazy, mereka teriak-teriak nggak jelas udah kaya urat malunya ilang. Kita sering party, hang out, main-main bareng, pokoknya kita nggak ada hari nggak ketemu darmasiswa, itu juga yang bikin kita deket satu sama lain. But, time reveal, beberapa buddy mulai gugur, yang aktif tinggal beberapa aja. Sebagian repot sama urusan kuliah, sebagian minder karena nggak begitu lancar bahasa inggrisnya, ada yang susah dihubungi juga. Untung yang aktif bener-bener bantunya bisa penuh, jadi bisa kebackup yang butuh bantuan.
Minggu pertama mereka di Indonesia buat ngurusin tempat kos selama setahun, KRS (Kartu Rancangan Studi), keperluan kuliah, keperluan rumah, dll. Minggu awal mereka di sini juga lagi banyak-banyaknya event kota Solo, jadi kita nganter mereka ke berbagai acara itu, They're totally crazy, mereka teriak-teriak nggak jelas udah kaya urat malunya ilang. Kita sering party, hang out, main-main bareng, pokoknya kita nggak ada hari nggak ketemu darmasiswa, itu juga yang bikin kita deket satu sama lain. But, time reveal, beberapa buddy mulai gugur, yang aktif tinggal beberapa aja. Sebagian repot sama urusan kuliah, sebagian minder karena nggak begitu lancar bahasa inggrisnya, ada yang susah dihubungi juga. Untung yang aktif bener-bener bantunya bisa penuh, jadi bisa kebackup yang butuh bantuan.
Tim dari Buddy yang masih aktif juga solid banget kok, sering banget becandaan di grup whatsapp, langsung ada yang backing kalo salah satu lagi nggak bisa bantu darmasiswa, padahal sebagian dari kita baru ketemu beberapa minggu, sebelumnya cuma sekedar tau aja, eh sekarang udah saling lempar-lempar guyonan kaya udah kenal bertahun-tahun :)
Waktu berselang, sekarang mereka bisa ketemu temen-temen baru dari jurusan lain, mereka suka main kesana-sini tanpa dampingan, mereka juga pada sibuk sama latihan-latihan dan tugas-tugas mereka. Mereka sekarang juga udah punya motor, jadi kalau mau kemana-mana nggak perlu nunggu buddy buat anter-jemput, tapi kita kalo ketemu tetep asik-asikan kok, walau kita nggak terlalu intens ketemu tapi nggak bikin kita asing satu sama lain. Kedepan, kita juga ada planning buat main ke Jogja bareng, bikin video asik-asikan.
Ada dari darmasiswa yang bilang kalau kita terlalu baik :) tapi kita emang niatnya bantu, tulus, kita juga seneng dengan ketemu mereka kita belajar banyak bahasa baru dari negara mereka, belajar slang words, belajar budaya dan dapet informasi-informasi baru yang belum pernah kita tahu soal negara asal mereka.
Bener-bener bersyukur banget bisa kenal mereka terimakasih semua yang telah terlibat, terimakasih sudah mau bantu dan mengorbankan waktu sama kuliahnya (yang sekarang-sekarang ini lagi pada keteteran tugasnya).
Terimakasih Tuhan :D
Komentar
Posting Komentar