Langsung ke konten utama

What A Proud

Ada sebuah masa SMA yang sangat aku banggakan, yaitu saat kelas XI dan XII.
Kelas kami memang bukan berisi anak-anak yang pintar semua, hanya ada beberapa, tapi kalau diminta jawaban PR iya-iya saja, dan bisa membuat kami bernafas lega.

Kalau dirata-rata, nilai kami sekelas konon katanya yang paling bawah, diantara kelas lain dalam satu angkatan. Kelas kamipun sempat menyandang gelar "kelas paling bersih dalam urutan paling bawah" dalam perlombaan kebersihan antar kelas pada waktu itu, malah kami mendapatkannya 2 kali. Kelas kami juga yang sering dibicarakan guru-guru sangking 'ndablek' dan susah diatur. Apalagi dari kelas XI ke XII tidak ada pemindahan kelas lagi.

Kelas kami memang paling usil, kami pernah membuat jengkel dan marah wali kelas kami (Bu Suci) mungkin karena beliau sudah lelah menghadapi kami, hahahaha, dan kami malah 'ngguyoni' beberapa amukan beliau terhadap kami yang justru malah membuat kami tertawa geli. Kami juga pernah mengusili guru sosiologi kami (Bu Binti) dengan kami iseng tiba-tiba kami sekelas berteriak 'Linduu' sembari keluar kelas, dan ternyata hanya jebakan. Kami sering mengusili teman-teman sekelas kami sendiri juga, kalau soal itu sudah sampai tak terhitung jumlahnya.

Hal yang paling favorit bagi saya saat awal kelas XII, kami sering kumpul bersama untuk belajar materi yang kurang kami pahami hanya karena kami takut dengan guru akuntansi, yang sebelum-sebelumnya kami sudah mendengar banyak dari kakak tingkat yang katanya beliau lumayan 'killer'. Kelas kami juga tidak ada blok, ini bisa terlihat saat akhir kelas XII menjelang UN. Kalau kami sepakat belajar di salah satu tempat, ya kami semua berkumpul di situ. Jadi, tidak ada yang satu belajar di rumah A, yang satu belajar di sekolah, yang lainnya cuma di rumah.

Komentar